Austria here we come!

Bermula dari sebuah cerita di awal tahun 2009,
"ada program pertukaran remaja keluar negri tuh. kamu coba aja apply ", ujar mamaku.
Memang, mamaku aktif disebuah organisasi sosial yang cukup mendunia itu, dan dia menawarkan program tersebut, yang memang diselenggarakan oleh mereka.
Langsung saja aku dengan antusias bertanya detail dari program ini. Dan ya ... aku tertarik.

Singkat cerita, aku mendapatkan sebuah list negara- negara yang bisa aku kunjungi, dan persyaratannya. Sayang sekali.. umurku sudah tidak muda lagi. sedangkan program itu diadakan bagi yang berumur 17 - 22 tahun. ok.. berhubung aku belum mencapai angka 23 , aku langsung mencari negara yg mempunyai batasan umur sampai 22 thn. ( karena setiap negara berbeda- beda batasan umurnya ). Sebenarnya aku sangat berharap dapat menginjak London, dan memang mempunyai saudara disana. tapi apa daya... umurku tidak sesuai persyaratan. sedih.......

Akhirnyaa... aku memutuskan untuk pergi ke Austria. No.. bukan Australia.. tapi Austria ! ( kenapa sih orang Indo sering salah soal Austria dan Australia. hehehe ). Why ? Karena batas umurnya sampai 22 tahun dan diantara negara lain, camp ini berjudul "the sound of music". Berhubung musik sudah menjadi bagian hidup saya, saya berfikir mengapa tidak saya mencoba keAustria.

Singkat cerita lagi, setelah mengurus ini dan itu, saya terpilih bersama 1 orang lainnya, wakil dari Indonesia untuk ke Austria. Yayyy !! Urusan lainnya yang cukup ribet adalah, mengurus visa schengen. Karena saya pergi dibulan juli, sedangkan juli adalah high season, jadi load di dubes membuat proses visa saya jadi lama keluarnya.

Bayangkan saja.. saya harus pending 1 minggu dari total 4 minggu di Austria, karena visa saya belum keluar. Apalagi, saya kehilangan banyak uang karena mengganti- ganti tiket pesawat. ohhh......... ! saat itu saya merasa sangat stress.

Singkat cerita lagi .... akhirnya tiba waktunya saya meninggalkan Jakarta. Ini adalah pengalaman TERBAIK sepanjang hidup saya. Dan ini merupakan BIG STEP dalam hidup saya. Bayangkan.. saya paling jauh travelling ke Singapore dan at least pasti ada yg menemani. Tetapi kali ini, saya Sendiri, dan saya harus pergi ke negara yang jaraknya berpuluh ribu kilometer dari Indonesia,bahkan saya sama sekali tidak bisa bahasa mereka ( Fyi, bahasa nasional Austria adalah bahasa Jerman). Memang perjalanan ini mengeluarkan biaya yg tidak sedikit, tetapi saya tahu Tuhan punya rencana yang indah, dan DIA mau saya melihat another ciptaanNYA di belahan dunia lain =)

Jujur, saya tidak pernah sama sekali berfikir untuk ke negara asal "the Sound of music" tersebut. Yang saya impikan hanya London, Paris atau Milan. Tetapi TUHAN sanggup
membawa saya kesana.
1 Kor 2 : 9 " Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia "
Bagi saya, janji Tuhan diatas sudah tergenapi dalam hidup saya saat itu. and Austria, here we come !



0 comments:

Post a Comment

 

Facebook Page

Twitter Updates

Meet The Author

Hi ! My name is Natasha. V. Lucas, based in Jakarta, Indonesia. What I do : Food Stylist | Food Photographer | F&B Consultant | Culinary TV Host | Social Media Managing For any inquiries you can email me to natashavlucas@gmail.com